Tips

PHK? Siapa Takut Ini Tips dan Cara Anda Aman Jika Ter PHK

Pernahkah terpikir oleh Anda bahwa setiap karyawan yang bekerja di perusahaan mempunyai peluang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau dipecat? Mungkin saat ini Anda merasa kegiatan bekerja setiap hari seperti hal yang biasa. Setiap akhir bulan Anda akan mendapatkan gaji yang jumlahnya pasti, beserta bonus-bonus yang mungkin didapatkan. Kepastian dan ‘keamanan’ tersebut akan membuat Anda merasa berada di zona nyaman. Terkadang berada di zona nyaman membuat Anda lupa bahwa setiap karyawan memiliki peluang dipecat atau terkena PHK. Akibatnya bisa fatal, jika terjadi hal yang tidak diharapkan seperti ini bisa-bisa Anda tidak siap menghadapi keadaan tersebut.

[Baca juga : Catat! 7 Kualitas Pekerja yang Aman dari Ancaman PHK]

Untuk itu, Anda harus memiliki persiapan agar ketika hal-hal yang tidak diharapkan seperti itu terjadi, Anda tidak panik dan tetap dapat membiayai kehidupan sehari-hari. Inilah gunanya memiliki dana darurat. Ketika Anda mengalami hal-hal darurat, ada biaya yang bisa segera digunakan. Keadaan darurat yang dimaksud disini termasuk jika Anda mendadak kehilangan sumber penghasilan yang biasanya digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Dana darurat diharapkan dapat mencukupi kebutuhan Anda sampai setidaknya Anda dapat menemukan pekerjaan atau sumber penghasilan baru. Dana ini sangat penting karena sekalipun Anda mendadak kehilangan sumber penghasilan, perut Anda tidak akan berhenti meminta makanan bukan? Oleh karena itu berikut adalah beberapa langkah yang mungkin bisa Anda lakukan.

 

#1 Ketahui Jumlah Uang yang Anda Miliki

Walaupun Anda sudah di-PHK dan tidak memiliki penghasilan lagi di bulan tersebut, tetapi Anda perlu segera memastikan berapa jumlah uang yang Anda miliki saat ini. Jumlah uang inilah yang dapat Anda maksimalkan untuk bertahan hidup hingga memiliki solusi untuk mendapatkan sumber penghasilan lagi. Pastikan Anda mengetahui berapa jumlah uang yang ada baik di rekening tabungan, uang tunai, logam mulia, atau aset apapun yang Anda miliki saat ini. Termasuk jika Anda memiliki reksa dana, baik yang memiliki likuiditas tinggi maupun rendah. Dengan begitu, Anda mengetahui dimana posisi Anda saat ini dan dapat menentukan langkah apa yang mungkin dilakukan ke depannya.

[Baca juga :  Apa Saja Hak Karyawan yang di PHK menurut UU Ketenagakerjaan?]

 

 

#2 Buat Daftar Utang dan Piutang

Setelah mengetahui berapa jumlah uang yang Anda miliki saat ini, Anda juga tidak boleh melupakan kewajiban membayar utang. Berapa cicilan yang harus Anda bayarkan bulan ini dan bulan-bulan berikutnya. Dengan begitu, Anda baru bisa mengetahui jumlah bersih uang yang sebenarnya dapat Anda gunakan. Jangan sampai Anda lalai membayar kewajiban dan justru terlilit bunga utang yang sangat mahal.

Tidak lupa Anda juga perlu mengingat piutang yang Anda miliki di orang lain. Misalnya Anda pernah meminjamkan uang kepada seseorang yang saat ini belum dikembalikan. Segera buat daftar utang dan piutang, lunasi utang Anda sesuai porsi yang seharusnya setiap bulan serta segera tagih piutang yang dimiliki di orang lain. Piutang tersebut adalah hak Anda, sehingga tidak perlu ragu-ragu untuk menagihnya. Di saat terdesak seperti ini Anda tidak bisa mempertimbangkan rasa tidak enak hati kepada seseorang yang sudah meminjam uang Anda tetapi belum mengembailkannya.

 

#3 Jangan Gegabah

Jika telah memiliki seluruh data berapa total bersih uang yang dapat Anda gunakan baru Anda dapat mulai memikirkan dengan matang langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Namun sebelum mengambil keputusan, pastikan hati dan pikiran Anda terlebih dahulu tenang. Seringkali ketika dihadapkan dengan kondisi yang mendesak, seseorang akan menjadi panik. Akibatnya keputusan yang diambil penuh dengan emosi dan tidak bijaksana. Akhirnya keputusan tersebut bukannya membuat keadaan Anda yang sudah buruk menjadi lebih baik, justru membuatnya semakin buruk.

[Baca juga : Karena PHK, Tarik Dana Jaminan Hari Tua ]

Tidak jarang orang yang berada dalam kondisi terdesak tersebut mengambil jalan pintas yang gegabah. Misalnya saja dengan mencari produk investasi yang memberikan return besar-besaran (atau lebih tepatnya tidak masuk akal) dan berencana menginvestasikan seluruh uang terakhir yang dimilikinya. Harapannya, uang tersebut akan menghasilkan keuntungan yang besar sehingga dapat digunakan seterusnya. Orang-orang seperti inilah yang kemudian berakhir menjadi korban investasi bodong. Bukankah sangat menarik jika dalam kondisi terdesak Anda ditawarkan investasi yang memberikan keuntungan misalnya 30% per bulan? Tetapi bagaimana jika investasi tersebut ternyata adalah investasi bodong? Padahal sudah banyak pertanda yang menunjukkan bahwa investasi tersebut adalah investasi bodong, tetapi karena rasionalitas ditutupi oleh emosi, Anda tidak bisa melihat kemungkinan investasi bodong tersebut. Saya tidak mengatakan bahwa investasi yang memberikan return 30% per bulan pasti adalah investasi bodong, tetapi besar kemungkinannya investasi tersebut adalah investasi bodong jika Anda tidak dapat mengetahui seluk beluk investasi tersebut secara jelas.

Jika Anda terjebak dalam investasi bodong, bisakah Anda bayangkan bagaimana Anda akan bertahan hidup dengan uang yang tersisa? Bisa jadi seluruh persediaan dana terakhir yang Anda miliki hilang akibat terjebak investasi bodong. Untuk menghindarkan Anda dari kemungkinan-kemungkinan terburuk itu, sebaiknya Anda menarik nafas dalam-dalam dan berpikir dengan tenang sebelum mengambil sebuah keputusan dalam keadaan kritis seperti ini.

 

4 Kabari Keluarga atau Kerabat Terdekat

Jangan lupa untuk memberi kabar kepada keluarga atau kerabat terdekat. Jika merasa malu Anda tidak perlu memberitakan kabar buruk tersebut kepada semua orang. Cukup kepada keluarga dan kerabat terdekat saja karena merekalah yang tentunya akan memiliki empati kepada Anda. Terkadang orang-orang yang tidak begitu Anda kenal akrab bukannya memberikan empati, tetapi justru bisa mengatakan hal-hal negatif yang akan menjatuhkan semangat Anda. Dalam kondisi seperti ini, Anda tidak membutuhkan komentar-komentar negatif. Karena itu, cukup beritahukan informasi tersebut kepada keluarga dan kerabat-kerabat terdekat. Harapannya kerabat-kerabat terdekat dapat memberikan Anda bantuan.

[Baca juga : Bagaimana Solusi Keuangan Dapat Membantu Pensiun Karyawan?]

Bantuan yang dimaksud disini bisa beragam bisa materiil maupun moril. Jika Anda benar-benar tidak memiliki dana untuk membayar kebutuhan sehari-hari, mungkin saja keluarga bisa memberikan bantuan materiil dalam bentuk uang. Tetapi jika tidak berbentuk materiil pun Anda bisa mendapatkan bantuan moril seperti motivasi serta saran-saran yang positif dari keluarga maupun kerabat terdekat. Tidak menutup kemungkinan juga Anda dapat meminta bantuan koneksi untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Bahkan bisa saja Anda justru mendapatkan peluang bisnis dari kerabat terdekat dengan modal yang terbatas. Tidak ada yang tahu apa yang bisa Anda dapatkan dari koneksi yang Anda miliki. Karena itu, jangan sungkan untuk mencoba berbicara kepada kerabat-kerabat terdekat Anda. Paling tidak memiliki teman untuk berbagi permasalahan akan membuat Anda sedikit merasa lega dan lebih tenang untuk memikirkan langkah selanjutnya.

 

#5 Pikirkan Langkah Selanjutnya

Jika Anda sudah merasa dapat berpikir dengan tenang dan mendapatkan berbagai saran dari keluarga ataupun kerabat terdekat, cobalah untuk mulai memikirkan langkah apa yang akan dilanjutkan selanjutnya. Anda bisa segera memperbaharui CV dan mengirimkannya ke berbagai perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Saat ini sudah ada banyak situs untuk melamar pekerjaan yang dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan pekerjaan baru. Ini akan menghemat waktu dan memudahkan Anda mengakses ribuan lowongan pekerjaan hanya pada satu tempat yang mudah dijangkau.

[Baca juga :  Sering Mutasi Kerja atau Penempatan di Luar Daerah? Bagaimana Strategi Mengurus Keuangannya?]

Sambil menunggu panggilan dari perusahaan yang Anda daftarkan, Anda juga bisa memanfaatkan waktu untuk mendalami hobi Anda. Siapa tahu hobi tersebut bisa Anda jadikan ladang usaha yang menghasilkan keuntungan. Jika keuntungannya bisa menjanjikan, Anda bahkan tidak perlu lagi mencari pekerjaan baru dan dapat serius dalam hobi yang Anda dalami.

 

#6 Optimis dan Selalu Terbuka pada Setiap Kesempatan

Terakhir, tetaplah optimis dan selalu terbuka pada setiap kesempatan. PHK bukanlah akhir dari segalanya. Hidup masih panjang dan tetap harus Anda lanjutkan. Jika hanya meratapi nasib yang seolah terlihat buruk, Anda tidak akan pernah maju. Teruslah berpikir positif dan optimis bahwa Anda akan segera menemukan jalan keluar untuk permasalahan yang saat ini dihadapi. Mungkin saja sesuatu yang lebih baik akan datang dalam kehidupan Anda setelah mengalami PHK. Jangan putus asa, buka mata Anda selebar-lebarnya terhadap setiap peluang yang ada. Manfaatkan peluang-peluang tersebut untuk memperbaiki kondisi keuangan atau bahkan mendapatkan kondisi keuangan yang lebih baik dari sebelumnya ketika Anda masih bekerja di perusahaan lama.

 

PHK Bukan Akhir dari Segalanya

Setiap karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan milik orang lain selalu memiliki peluang dipecat atau mengalami PHK. Sebaik apapun kinerja Anda, sebesar apapun simpati atasan kepada Anda, risiko tersebut tetap ada. Karena itu sebelum hal tersebut terjadi, pastikan Anda selalu memiliki dana darurat yang dapat dijadikan pegangan ketika Anda mengalami risiko seperti PHK. Jika sudah terlanjur mengalami PHK dan tidak memiliki dana darurat, cobalah ikuti langkah-langkah di atas. Dengan begitu, Anda dapat mengambil keputusan dengan bijaksana. Tidak perlu meratapi keadaan karena itu tidak akan memperbaiki keadaan. PHK bukanlah akhir dari segalanya, ada begitu banyak peluang yang dapat Anda manfaatkan setelah mengalami PHK dari perusahaan lama. Pastikan Anda tetap optimis dan selalu terbuka pada peluang-peluang tersebut.

 

sumber :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
%d bloggers like this: