perencanaan keuangan · Tips

Mahasiswa ini Cara Mengatur Keuangan Anda

Pada umumnya, mahasiswa yang baru lulus, belum memiliki penghasilan tetap. Kebanyakan dari mereka bergantung pada uang yang diberikan oleh orangtua. Tetapi tidak semua mahasiswa seperti itu, banyak juga mahasiswa yang pada tingkat pertama masa kuliah mereka, mereka sudah bekerja mencari penghasilan untuk menambah uang jajan dari orangtua mereka. Ada pula beberapa mahasiswa yang memang diminta orangtua mereka untuk hanya fokus dengan studi mereka karena orangtua mereka telah menyiapkan semua dana pendidikan selama mereka kuliah.

Secara garis besar, kalian sebagai mahasiswa, baik yang sudah mulai bekerja, belum ataupun tidak terpikir untuk bekerja selama masa kuliah, mempunyai tanggung jawab untuk mengatur keuangan yang ada pada kalian. Ya, kalian sebagai mahasiswa, telah dianggap dewasa pada fase kehidupan yang satu ini. Oleh karenanya mengatur keuangan menjadi tanggung jawab dan juga salah satu faktor penentu kedewasaan kalian. Baik uang yang kalian dapat melalui kerja keras sendiri, juga uang dari orangtua kalian yang didapat dari hasil kerja keras mereka.

 5-Langkah-Investasi-Reksa-Dana-untuk-Mahasiswa-1-FInansialku

[Baca Juga: Masih Mahasiswa Sudah Ingin Bebas Keuangan? Bisa Kok Ini Panduannya!]

 

Besar Pasak Daripada Tiang

Mahasiswa adalah masa dimana seseorang mendapatkan kebebasan yang cukup luas untuk melakukan hal yang disukainya. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa, kalian diberikan kebebasan untuk memilih jurusan kalian sendiri, memutuskan organisasi kalian sendiri, serta memutuskan jadwal dan kelas mata kuliah kalian sendiri. Kebebasan ini yang juga membuat kalian merasa bebas memperlakukan uang kalian sendiri. Dan biasanya kebebasan itu menjadi tidak terkontrol yang menyebabkan pengeluaran kalian lebih besar daripada pemasukan kalian yang didapat dari orangtua kalian. Dengan kata lain, lebih besar pasak daripada tiang.

Banyak sekali mahasiswa yang mendapatkan transferan dana dari orang tua mereka pada awal bulan, sudah habis pada pertengahan bulan, sehingga harus meminta tambahan dana lagi kepada orangtua mereka, yang bisa jadi membebani orangtua mereka. Apakah kalian salah satunya? Kalian yang punya kebiasaan untuk berbelanja tidak terkontrol, mengikuti gaya hidup yang tidak seharusnya kalian ikuti, membeli barang-barang yang tidak kalian butuhkan, dan masih banyak lagi, pasti mengalami hal ini. Apalagi dengan kenaikan harga barang yang semakin mahal dan semakin banyaknya perkembangan produk yang baru, membuat kalian semakin mempunyai gaya hidup yang konsumtif. Semua hal tersebut membuat pengeluaran kalian semakin tidak terkontrol, sehingga walaupun kalian sudah mendapat sejumlah dana yang besar, baik dari bekerja maupun dari orang tua kalian, dana itu hanya cukup untuk beberapa minggu bahkan beberapa hari dan kalian tetap butuh lebih daripada itu.

8-Cara-Menambah-Uang-Saku-Mahasiswa-Selain-Minta-Dari-Orang-Tua-1-Finansialku

[Baca Juga: Pahami, Apa yang Terjadi Jika Mahasiswa Tidak Membayar Pinjamannya?]

 

Kabar buruknya adalah suatu kebiasaan jika tidak segera kita cegah atau ubah, maka kebiasaan tersebut akan kita bawa terus, sampai suatu saat kita sadar dan ingin mengubahnya. Makanya banyak sekali mahasiswa yang membawa kebiasaan ini setelah lulus, ke dunia pekerjaan yang mengakibatkan mereka terlilit utang. Oleh karena itu kebiasaan ini harus kalian hentikan dan cegah sebelum mulai berakar dalam kehidupan kalian.

Kabar baiknya, kalian lebih mudah untuk menghentikan kebiasaan konsumtif yang tidak baik dan mulai membangun kebiasaan mengatur keuangan kalian saat kalian masih menjadi mahasiswa. Mengapa demikian? Karena kebanyakan dari kalian sebagai mahasiswa, masih belum benar-benar bertanggung jawab secara penuh memenuhi kebutuhan finansial kalian, masih ada orangtua kalian yang menjadi back up-nya. Berbeda halnya ketika kalian nanti sudah bekerja dan bertanggung jawab penuh secara finansial, mandiri, untuk menghidupi kebutuhan hidupnya sendiri, bahkan kebutuhan hidup orang lain. Meskipun ada beberapa mahasiswa, dengan kasus tertentu, yang sudah masuk ke tahap tersebut. Dengan alasan demikian, kalian harus mulai mengatur keuangan kalian dengan baik, pada saat menjadi mahasiswa. Dan yang pasti kebiasaan positif ini akan terus kalian bawa nantinya.

 

Cara Mengatur Keuangan Mahasiswa

Bagaimana cara mengatur keuangan kalian sebagai mahasiswa? Apakah mudah? Tentu saja mudah. Berikut ini caranya:

#1 Mulai Dari Keinginan untuk Berubah

Keinginan untuk berubah adalah hal yang paling dasar yang harus kalian lakukan untuk memulai mengatur keuangan kalian. Jika kalian tidak memiliki keinginan untuk berubah, maka tidak akan ada yang terjadi. Tetapi sebaliknya jika kalian ingin berubah, maka kalian sudah 1 langkah menuju perubahan itu. Kemampuan kalian untuk menahan diri untuk tidak berbelanja secara konsumtif, tidak mengikuti gaya hidup yang ditawarkan lingkungan, juga dimulai dari keinginan kalian untuk berubah.

Para-Mahasiswa-Enggan-Berinvestasi-karena-Takut-Judi-Ketahui-Dulu-Fakta-Fakta-Ini-2-Finansialku

[Baca Juga: Para Mahasiswa, Enggan Berinvestasi karena Takut Judi? Ketahui Dulu Fakta-Fakta Ini!]

 #2 Menetapkan Tujuan Keuangan

Setelah kalian berkeinginan untuk berubah, apa yang selanjutnya harus kalian lakukan untuk dapat mengatur keuangan? Mulailah dengan menetapkan tujuan keuangan kalian. Kenapa kalian ingin mengatur keuangan Anda? Hal apa yang ingin kalian beli atau capai dengan mengatur keuangan kalian? Kalian mungkin bertujuan ingin mendapatkan kepuasan dengan tidak meminta lebih kepada orangtua kalian, atau kepuasan untuk bisa mengatur keuangan kalian sebaik mungkin hingga dilihat dewasa. Atau mungkin juga kalian hobi travelling dan ingin travelling atau kalian ingin memberikan hadiah untuk orang tua kalian, atau membeli kendaraan dengan uang sendiri. Banyak sekali yang bisa menjadi tujuan keuangan kalian. Tujuan ini penting sebagai motivasi kalian untuk berubah dan memiliki kebiasaan mengatur keuangan kalian.

#3 Membuat Anggaran

Membuat anggaran adalah hal pertama untuk memulai mengatur keuangan kalian. Yang harus kalian lakukan adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran kalian setiap bulan atau setiap minggunya. Cara yang bisa mempermudah kalian membuat anggaran adalah, dengan membagi pemasukan yang kalian dapat dari orangtua atau bekerja di setiap awal bulan ke dalam tiap minggu, setelah dikurangi dengan biaya bulanan seperti tempat tinggal atau uang listrik (jika kalian tinggal di kost).

Sebagai contoh, jika seorang mahasiswa memiliki pemasukan Rp4 juta setiap bulannya, dan biaya bulanannya adalah Rp1 juta, maka setelah dikurangi biaya bulanan tersisa Rp3 juta. Dan kalian bisa membagi setiap minggunya menjadi Rp750 ribu. Sehingga kalian lebih mudah dalam mencatat pengeluaran kalian. Semakin detail kalian mencatat pengeluaran (kalau bisa dicatat pengeluaran harian), maka akan semakin mudah kalian dalam mengatur keuangan.

Cara-dan-Strategi-Pembayaran-Pinjaman-untuk-Mahasiswa-01-Finansialku

[Baca Juga: Mahasiswa, Ini 3 Langkah Memulai Trading Saham yang Realistis dan Dapat Dimulai Sekarang Juga]

 

#4 Mempunyai Tabungan sebagai Dana Darurat

Menabung, untuk kebanyakan mahasiswa merupakan hal yang sulit. Tetapi  menabung adalah satu satu bukti bahwa kalian sudah bisa mengatur keuangan. Kalian harus memiliki tabungan sebagai dana darurat, idealnya, sebesar 3 kali biaya bulanan kalian. Jika kita ambil contoh mahasiswa diatas, maka idealnya mahasiswa tersebut harus memiliki dana darurat sebesar Rp12 juta. Tentu saja dana ini juga bisa digunakan sebagian untuk memenuhi tujuan keuangan yang telah kalian tetapkan di awal.

Cara yang bisa kalian lakukan adalah kalian langsung mengalokasikan tabungan ini diawal minggu pada saat kalian mendapatkan pemasukan mingguan. Kebanyakan orang menggunakan uangnya terlebih dahulu dan menabung sisanya. Hal ini biasanya berakibat pada tidak adanya uang yang tersisa karena kecenderungan manusia untuk menghabiskan apa yang ada padanya.

Mulailah menabung dengan jumlah yang kecil karena menabung adalah sebuah disiplin yang harus dibangun. Sebagai contoh, Rp750 ribu yang kalian terima, kalian pisahkan Rp250 ribu. Sehingga dalam sebulan, tanpa sadar, kalian dapat menabungkan Rp1 juta. Jika kalian mulai dari jumlah yang kecil, maka kalian tidak akan merasa rugi, dan pada akhirnya akan terlihat hasilnya, yaitu kedisiplinan kalian dalam menabung. Beberapa orang bahkan mencoba untuk menabung Rp30 ribu (diibaratkan semangkok bakso atau soto) dalam sehari, yang jika dikalikan sebulan akan mendapat hasil Rp900 ribu.

 

#5 Mencoba Berinvestasi dan Memberi

Setelah membangun kebiasaan menabung, dengan cara memisahkan sebagian di awal. Kalian sudah dalam proses menuju kedewasaan mengatur keuangan. Dalam beberapa bulan, kalian akan melihat hasil dari mengatur keuangan kalian. Jumlah tabungan kalian bertambah, gaya hidup kalian mulai terkontrol, orangtua kalian pun mulai ikut bangga dengan kalian yang tidak meminta dana lebih. Saat ini kalian sudah boleh mulai sedikit lebih bebas untuk mencoba menabungkan uang ke instrumen investasi. Jangan takut untuk mencoba, tetapi jangan pula menghabiskan seluruh tabungan kalian. Tabungan yang sudah ada, biarlah tetap pada tempatnya sebagai dana darurat. Mulailah berinvestasi dengan uang yang tadinya kalian tabungkan setiap awal minggu atau setiap harinya ke instrumen investasi, bukan ke tabungan kalian lagi. Kalian bisa mencoba intrumen-instumen investasi seperti reksa dana atau logam mulia (fisik) sebagai awalnya.

hhhh

[Baca Juga: 7 Cara Mudah Memulai Bisnis Untuk Mahasiswa]

 

Atau selain berinvestasi, kalian bisa mencoba untuk memisahkan uang yang tadinya ke tabungan kalian, ke lembaga-lembaga sosial, dimana kalian belajar untuk memberi. Kenapa saya sarankan kalian untuk belajar memberi? Karena ada perasaan puas yang berbeda ketika kita bisa memberi untuk orang lain. Memberi tidak juga harus ke lembaga sosial, tetapi bisa dengan memberi untuk orang yang tidak mampu. Belajarlah memberi dan rasakan kepuasan bahwa kalian sudah bertanggung jawab mengatur keuangan kalian. Bahkan teman kalian akan melihat perbedaan kalian yang sudah dapat mengatur keuangan kalian sendiri.

 

Berani Berubah dan Menjadi Berbeda

Pada saat kalian memulai untuk mengatur keuangan kalian, mungkin hidup kalian akan berubah. Ada hal yang mungkin dahulunya akan kalian lakukan, sekarang tidak lagi kalian lakukan karena kalian sedang belajar mengatur keuangan kalian. Ada teman-teman yang mulai mempertanyakan gaya hidup kalian, beberapa akan menganggap kalian terlalu berhemat dan lain sebagainya. Perubahan ini mungkin akan membuat kalian tidak nyaman pada mulanya, tetapi jangan takut. Teruslah lakukan dengan konsisten dalam mengatur keuangan, perubahan yang terjadi adalah perubahan yang positif. Kalian akan terlihat berbeda bagi orang lain, tetapi ketika perbedaan itu mengubah hidup kalian menjadi lebih baik, orang lain akan mulai bertanya-tanya dan bahkan mengikutinya. Lalu pertanyaannya kenapa harus takut untuk berubah?

 

sumber :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s